Turki mengecam rencana Perdamaian Timur Tengah ala Donald Trump

Turki mengecam rencana perdamaian Timur Tengah yang diumumkan Presiden Amerika Serikat pada Selasa dan mengatakan bahwa warga dan tanah Palestina tidak dijual. Dalam sebuah pernyataan resmi, yang dirilis setelah konferensi pers Donald Trump di Gedung Putih, kementerian mengatakan perjanjian itu “gagal”.
“Ini adalah rencana aneksasi yang bertujuan merebut tanah Palestina dan membunuh solusi dua negara,\” kata menteri, seraya menambahkan bahwa rakyat dan tanah Palestina tidak dapat dibeli.
Menekankan bahwa Yerusalem adalah garis merah di mata Turki, pernyataan itu mengatakan Turki tidak akan membiarkan Israel menduduki Palestina dengan syarat apapun. Pernyataan itu pun menyimpulkan bahwa Turki tidak akan mendukung rencana apa pun yang tidak diterima oleh otoritas Palestina da perdamaian di Timur Tengah tidak akan diperoleh jika kebijakan berdasarkan pendudukan tidak berakhir.
Presiden Turki Reccep Tayyip Erdoğan juga menambahkan, \”Yerusalem adalah tempat suci bagi umat Muslim. Menyerahkan itu kepada Israel adalah hal yang tak dapat diterima. Rencana ini mengabaikan hak-hak warga Palestina dan bertujuan melegalkan penjajahan Israel.”
Pada Selasa, 28 Januari 2020, Trump merilis proposal yang dia tujukan untuk mengakhiri sengketa Israel-Palestina di Gedung Putih bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, sedangkan otoritas Palestina tidak diwakili sama sekali.
Apa saja poin penting yang disampaikan Trump yang disebut-sebut media Barat sebagai \’Kesepakatan Abad Ini\’. Mari kita simak di bawah ini.
  • AS akan mengakui kedaulatan Israel terhadap wilayah yang direncanakan Trump sebagai bagian dari Israel.
  • Israel akan bekerjasama dengan Raja Yordania untuk mempertahankan status .
  • Yerusalem akan tetap menjadi ibu kota Israel “yang tidak terbagi”.
  • Peluang bagi Palestina untuk “mencapai negara independen”. Akan tetapi dia hanya memberikan sekelumit rincian.
  • “Tidak ada warga Palestina atau Israel yang akan terusir dari tanah air mereka” yang mana mengindikasikan permukiman Yahudi di Tepi Barat yang diduduki Israel akan tetap seperti itu.
Sementara itu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan \’seribu tidak\’ terhadap rencana perdamaian yang diajukan Trump ini. Abbas memperingatkan bahwa Palestina akan melawan rencana perdamaian yang diungkapkan oleh Amerika Serikat dengan seluruh tenaga dan kerja keras untuk menggagalkannya.
“Sebuah negara Palestina tidak dapat diterima tanpa kota Yerusalem. Yerusalem tidak untuk dijual,\” katanya.

*Referensi tulisan:
– Anadolu Agency
– TRT World

0

Comments

  1. Palestina slalu dihati ,,, ya Allah lindungilah saudara kami disana…

    0
  2. Tujuan israel adalah tanah yerusalem

    0
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *