Proyek Jalur Kereta Hijaz dan Bagdad di masa Pemerintahan Sultan Abdulhamid II

Pembangunan jalur kereta adalah langkah Sultan Abdulhamid II untuk memodernisasi transportasi Kesultanan Osmani. Jalur kereta Hijaz sudah diwacanakan sejak tahun 1840, kemudian baru terealisasikan di tahun 1908 di masa pemerintahan Abdulhamid Han. Sedangkan jalur kereta Bagdad mulai dibangun pada tahun 1903 (saat pembangunan jalur kereta Hijaz sedang berlangsung) dan terhenti pada tahun 1940.

Berbeda dengan jalur kereta Bagdad yang sebagian besar didanai oleh Bank Jerman, jalur kereta Hijaz yang menghubungkan Istanbul dan Madinah membutuhkan biaya mencapai 4 juta lira Osmani atau sekitar 570kg emas. Pada saat itu, kondisi ekonomi Osmani tidak mampu membangun jalur kereta Hijaz ini karena luka finansial dari Perang 93’. Itu sebabnya pembangunan jalur kereta Hijaz berbeda karena Sultan Abdulhamid II memerintahkan kaum Muslimin di seluruh dunia untuk berpartisipasi dalam pembangunan ini. Dari Maroko hingga Mesir, India, Afrika Selatan, Aceh semua berlomba untuk berkontribusi baik harta maupun tenaga dalam upaya ini. Maka dari itu para pekerja konstruksinya terdiri dari Angkatan militer dan warga sipil.Dari sektor militer, kedua proyek jalur kereta ini akan menjamin keamanan wilayah Osmani setidaknya sampai ke Yaman. Selain itu, transportasi untuk para prajurit akan lebih cepat dan juga sebagai tindak pencegahan terhadap Inggris yang saat itu telah menginvasi Mesir.

Tujuan terpeting dari pembangunan jalur kereta Hijaz adalah menyediakan kemudahan dalam perjalanan jamaah haji. Sebelumnya jamaah yang akan pergi haji dari Istanbul dengan memakan waktu dua bulan untuk mencapai Madinah. Belum lagi, ada ancaman keselamatan di perjalanan. Maka lankgah ini adalah salah satu program Sultan Abdulhamid II untuk melayani kaum Muslimin dan menyatukan dunia Islam. Kampanye donasi berubah menjadi proyek tertandingi dalam hal persatuan dunia Islam dan kesetiaan pada Negara Khilafah Osmani. Jalur kereta Hijaz direncanakan mencapai Jeddah dan Mekkah, namun sayangnya ini tidak terwujud karena terdapat kendala biaya dan adanya penolakan dari beberapa pihak.

Keinginan Osmani untuk membangun jalur kereta Bagdad didorong oleh pengaruh besar Inggris terhadap Mesir dan India. Osmani ingin mempertahankan pengaruhnya di Jazirah Arab dan mendapatkan kekuasaan kembali atas Mesir yang saat itu berada dalam kendali militer Inggris. Selain itu juga memperlemah pusat perdagangan Inggris di India melalui Terusan Suez.

0
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *