Larangan Niqab dan Propaganda Barat di Masa Kesultanan Sultan Abdulhamid II

Sultan Abdulhamid II mulai duduk di tahta pada tahun 1876 di masa-masa kemunduran Kerajaan Osmani. Di masa kesultanan-nya, banyak sekali konspirasi dan serangan dari Zionis Yahudi dan para pemimpin dunia. Bagi Zionis Yahudi, Sultan Abdulhamid II adalah hambatan terbesar untuk didirikannya Negara Zionis.
Dan bagi para pemimpin dunia terutama Britania (Inggris), kekuatan seorang Khalifah menghalangi kekuatan Inggris untuk mengeksploitasi dunia. Pernyataan terang-terangan Sultan Abdulhamid II yang menentang kolonisasi dan pendirian Negara Zionis di Palestina membuat banyak pemimpin Negara bersatu untuk menggulingkan tahta sang Sultan. Sultan Abdulhamid II menjadi korban kebohongan sistematis yang disebarkan melalui media-media Barat.

Bahkan dia dikenal dengan sebutan Kızil Sultan (Sultan Merah) di negara-negara Eropa. Menggunakan krisis orang-orang Armenia sebagai alasan untuk membuat Eropa turun tangan, Kerajaan Inggris dan Kapitalis Yahudi memutuskan bahwa satu-satunya cara mengamankan tujuan mereka adalah menjatuhkan Sultan kita. Untuk alasan itu, dimulailah propaganda untuk mencemarkan pandangan orang-orang terhadap sang Sultan.
Mulai dari panggilan Sultan Merah (kejam) disertakan berita bahwa banyak orang yg dibunuh oleh mata-mata Abdulhamid karena menentang keputusannya. Padahal siapa yg dia bunuh selain beberapa pemerkosa dan pengkhianat? Bahkan propaganda ini terkadang masih dibicarakan sampai saat ini, contohnya seperti artikel di wikipedia.
Kemudian propaganda Sultan Abdulhamid II yang juga masih banyak dibicarakan sampai saat ini adalah pelarangan penggunaan niqab. Orang-orang mulai mengkritik dia bahwa dia melawan syari\’at Islam. Tapi benarkah Sultan Abdulhamid melarang niqab? Jawabannya benar. Orang-orang mudah sekali mengkritik tanpa mengetahui alasan yang sebenarnya. Di masa kesultanan-nya banyak sekali kejahatan yg bertujuan menggulingkan tahtanya seperti yg disebutkan di atas, para mata-mata asing juga menggunakan penutup wajah (niqab). Beberapa orang menggunakan niqab untuk merampok dan seorang anak kecil meninggal dalam perampokan itu. Abdulhamid berpikir ini akan menjadi masalah keamanan. Setelah insiden itu dia memberi perintah bahwa wanita harus membuka wajahnya, tentu hanya wajah bukan kepala. Itulah alasannya.
0

Comment

  1. Semoga allah mengampuni mu..

    0
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *