Akhir hayat Theodor Herzl dan keturunannya yang memilukan

Setelah penolakan yang ia terima dalam Program Uganda Britania di Kongres Zionis ke-6, beberapa waktu kemudian Bapak Zionisme ini meninggal karena serangan jantung di sebuah desa di Austria pada tahun 1904. Pesan terakhirnya kepada William Henry Hechler, “Sampaikan salam untuk Palestina dariku”. Pada tahun 1949, jenazahnya dibawa ke Israel dan dimakamkan di Bukit Herzl, Yerusalem.

Theodor Herzl memiliki istri bernama Julie Naschauer. Pernikahan mereka dikaruniai 3 orang anak bernama Paulina, Hans, Margaritha (biasa dipanggil Trude). Istrinya meninggal pada tahun 1907, 3 tahun setelah kematian Herzl.

Paulina, putri Theodor Herzl, meninggal di usia 40 tahun disebabkan overdosis heroin. Ia mengidap penyakit mental dan menjadi pecandu obat-obatan di usianya yang masih muda.

Hans, putra satu-satunya Herzl, menjadi seorang Katolik karena tekanan antisemitisme di Eropa. Pada akhirnya, Hans mengidap penyakit mental. Kemudian ia melakukan bunuh diri dengan cara menembak kepalanya sendiri menggunakan pistol pada saat pemakaman Paulina.

Margaritha, putri bungsu Herzl, juga mengidap penyakit mental. Ia dibawa ke kamp konsentrasi Nazi pada tahun 1943 dan meninggal di sana. Jasadnya kemudian dibakar di sana.

Putri dari Margaritha (satu-satunya cucu Herzl) bernama Stephan Theodor Neumann melakukan bunuh diri di sebuah jembatan di Washington pada tahun 1946 setelah depresi mengetahui kematian orang tuanya yang tewas dalam peristiwa Holocaust. Neumann adalah keturunan Herzl yang terakhir.

Keturunan Herzl ‘habis’ sebelum menyaksikan negara yang mereka impikan berdiri

+3
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *