ADAB dan ETIKA di Era Kerajaan Osmani

Kesultanan yang berdiri di abad ke-12 sampai abad ke-19 itu memiliki adab dan etika yang khas. Tentunya adab dan etikanya adalah yang baik dan sesuai.
• Jika ada bunga kuning di depan jendela rumah, itu berarti: ‘ada orang yang sedang sakit di dalam rumah, tolong jangan berisik”

• Jika ada bunga merah di depan jendela rumah, itu berarti: ‘ada seorang gadis di rumah yang dalam usia siap menikah, jaga perkataan ketika lewat di depan rumah’

• Ketika seorang tamu datang ke rumah, maka akan dihidangkan air dan kopi Turki. Jika tamu lapar, dia akan minum air terlebih dahulu, kemudian makanan akan disiapkan untuknya. Jika dia tidak lapar, dia akan meminum kopi Turki terlebih dahulu, kemudian akan disediakan makanan ringan untuk menemani kopi.

• Yang lebih muda tidak akan berjalan di depan orang yang lebih tua. Yang muda hanya akan melewati yang lebih tua jika yang lebih tua berkata: ‘lewat nak, aku berjalan perlahan-lahan”

• Di dinding-dinding rumah biasanya tertulis ‘Ya Malikül Mülk’. Artinya: ‘Aku tidak punya apa-apa, pemilik sejati adalah Allah’

• Di setiap rumah biasanya terdapat dua pengetuk pintu. Satu pengetuk pintu besar, satu pengetuk pintu kecil. Yang besar bersuara nyaring sementara yang kecil bersuara lebih lembut. Jadi, jika ada tamu seorang pria, dia akan mengetuk menggunakan yang besar sehingga seorang pria yang akan membuka pintu. Dan jika tamu itu adalah seorang wanita, dia akan menggunakan pengetuk yang lebih kecil, sehingga seorang wanita yang akan membuka pintu.

• Ada sebuah yayasan untuk burung. Jika ada burung yang bermigrasi terluka, yayasan tersebut akan merawat burung tersebut. Juga ketika musim dingin datang, mereka akan meletakkan makanan di salju untuk burung-burung, karena burung tidak akan menemukan makanan ketika tanah penuh dengan salju.

• Tidak ada yang makan sambil berdiri. Pertama, cuci tangan, lalu semua orang duduk di tempat makan bersama-sama. Pertama yang paling tua akan mulai makan, setelah itu yang lainnya. Dan sebagai pengingat, sebelum mulai makan, yang paling tua akan mengucapkan: ‘Bismillahir Rahmaanir Rahim’, dan setelah makan, semua orang akan membaca Surah Al-Fatihah.

• Ketika ada orang yang meninggal di lingkungan sekitar, maka selama satu minggu atau sepuluh hari, tetangga sekitar akan memasakan makanan untuk keluarga yang ditinggalkan. Juga tidak ada yang akan bersenang-senang dan bergembira dengan suara keras. Dengan cara ini, mereka berbagi rasa duka mereka.
3+

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *