4 Berita Hoax Tentang Operasi Militer Turki di Suriah


Sudah memasuki minggu ke-2 Angkata Bersenjata Turki (TSK) berada di Suriah. Berita-berita kurang tepat mulai bermunculan dari beberapa media, termasuk media dalam negeri kita. Apalagi berita dari C*N dan B*C, sudah tidak aneh beritanya selalu menyudutkan. Karena itu, Turkish Bahasa sebagai komunitas yang (mungkin) dipercaya dengan kabar-kabar tentang Turki ingin berkontribusi melawan berita-berita hoax yang ada saat ini. Dikutip dari media Turki TRT World kami merangkum empat mitos tentang kelompok teroris PKK (Partai Pekerja Kurdi) yang semakin meluas saat Turki melakukan Operasi Air Mata Perdamaian di Suriah utara.

1. Turki ingin melawan Kurdi (Hoax).
Turki adalah rumah bagi populasi etnis Kurdi terbesar di dunia, yang merupakan warga negara republik yang terintegrasi. Sejak Kerajaan Ottoman runtuh, bangsa-bangsa yang dahulunya bagian dari Kerajaan tersebut terpisah-pisah dan mendirikan Negara masing-masing secara bertahap, contohnya sekarang negara-negara Balkan seperti Bulgaria, Albania, Serbia dan lain-lain. Bangsa Kurdi tidak memiliki Negara sendiri, dan sudah sejak lama Republik Turki menjadi rumah bagi bangsa Kurdi.

2. PKK mengalahkan Daesh (Hoax).
Bersama dengan Turki lebih dari selusin kelompok dan negara bersenjata telah mengalahkan Daesh. Tampaknya ini pun termasuk dari tujuan operasi militer Turki di Suriah. Kelompok teroris PKK mengklaim sebagai pemimpin dari perjuangan hak bangsa Kurdi di Turki, yang mana tidak didukung oleh setiap orang Kurdi di Turki.


Kelompok ini sudah dikenal sebagai kelompok teroris bukan hanya oleh Turki, juga oleh negara-negara lain termasuk Uni Eropa, NATO dan AS. Tapi tetap saja AS telah melatih dan menyuplai senjata ke YPG sejak 2015. Kenapa? Disamping AS tahu bahwa YPG juga tergabung dengan PKK, AS menganggap YPG sebagai sekutu dalam perlawanannya melawan Daesh di Suriah.




3. Turki ingin menduduki Suriah (Hoax).
Turki merupakan rumah bagi sekitar 4 juta pengungsi Suriah dan merupakan yang terbesar di antara negara-negara lain yang menjadi penampung pengungsi Suriah. Perbatasan Turki dengan Suriah lebih dari 900 km, operasi militer ini bertujuan untuk menciptakan koridor aman\’ di dekat perbatasannya, dimana para pengungsi bisa bermukim dan hidup bebas dari ketakutan Rezim Assad atau kelompok teroris. Presiden Turki telah berulang kali menekankan bahwa mereka menghormati integritas wilayah Suriah.


Di tahun 2016, Turki meluncurkan Operasi Perlindungan Eufrat yang bertujuan untuk membersihkan Suriah utara dari Daesh dan YPG/PKK. Kemudian di tahun 2018, diluncurkan lagi Operasi Cabang Zaitun yang menghasilkan setidaknya 340,000 pengungsi dapat kembali ke rumah mereka. Dan hari ini, Turki meluncurkan Operasi Air Mata Perdamaian untuk menciptakan zona aman sepanjang 480 km dan lebar 30 km.

4. YPG berkomitmen dalam hak asasi manusia (Hoax).
YPG telah menteror dan membersihkan kota-kota Arab secara etnis. Di tahun 2019, kelompok teroris ini secara paksa merekrut 313 anak-anak, wanita dan melakukan berbagai kejahatan perang. Selain itu, mereka menggunakan banyak sekolah untuk tujuan militer.

0

Comments

  1. Ye…kan mmg sejak kekhalifahan bkuasa di turki..serangan dr dlm dan luar tak henti2..dan sesuai dg janji Allah diakhir zaman..turki kecil akn mbantu turki besar..maknanya turki akn ikut dlm jadwal Allah utk kebangkitan islam kali kdua..dan tbukti bbgai mcm tipu daya hendak hancurkan turki tapi ianya tdk bjaya meski sempat turki mjdi negara sekuler dibawah kamal mustafa attaturk….wallahu 'alam

    0
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *